Pemda Sumbawa
Beranda » Berita » Bupati Sumbawa Lantik 70 Pejabat Struktural, Dalam Mutasi Jilid IV Kabinet Jarot-Ansori

Bupati Sumbawa Lantik 70 Pejabat Struktural, Dalam Mutasi Jilid IV Kabinet Jarot-Ansori

Oplus_131072

Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com–Bupato Sumbawa, Ir.Syafruddin Jarot,MP,  kembali melakukan penyegaran birokrasi. Sebanyak 70 pejabat struktural dan 6 kepala sekolah resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya, pada Rabu (6/5/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa. Mutasi ini disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.

Pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 520 dan 521 Tahun 2026 yang mengatur pemberhentian, pengangkatan, serta pemindahan jabatan, termasuk penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama ikut bergeser. Di antaranya, Kaharuddin dipercaya sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Iwan Sofian ditunjuk sebagai Kepala Dinas Sosial, serta Ulumuddin menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Selain itu, Khaeruddin kini memimpin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sementara posisi strategis lainnya juga mengalami rotasi, mulai dari camat, sekretaris dinas, hingga pejabat pengawas di berbagai OPD.

Bupati Sumbawa Minta Dana Desa Dianggarkan untuk Kesiapsiagaan Bencana di Pulau Kecil

Posisi Camat Sumbawa yang ditinggalkan Iwan diisi oleh Ardiansyah, dari Camat Alas Barat, untuk Camat Alas Barat, ditempati Zainuddin, mantan Sekcam Lape. Selain itu, Muhammad Alif juga dilantik sebagai Camat Labangka.

Sekdis PUPR, Iyang Shahruddin digeser ke Sekdis Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu, menggeser Yudi  Patria Negara yang menempati Sekrratis Inspektorat Kabupaten Sumbawa, menggeser Made Patria. Selanjutnya Made menempati posisi Sekdis PMD.

Tak hanya pejabat struktural, enam kepala sekolah juga dilantik untuk memperkuat sektor pendidikan. Mereka berasal dari jenjang SD dan SMP yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Oplus_131072

Diantara Kepala Sekolah yang dilantik Bupati ada nama Andriani, Kepala SMPN 3 Sumbawa, Dwi Handayani, Kepala SDN Empan serta Alif Sukarno, Kepala SMP Moyo Utara.

Bupati Sumbawa  Syafruddin Jarot menegaskas bahwa pelantikan puluhan pejabat struktural dan kepala sekolah yang merupakan bagian dari proses panjang penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Bupati Sumbawa Dorong Pengusaha Muda Beralih dari Reseller ke Produsen

“Pelantikan hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang birokrasi kita sebagai pelayan publik. Proses ini telah melalui mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan dan membutuhkan waktu yang cukup panjang,” ujarnya.

Jarot mengungkapkan, khususnya untuk pengisian empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong, harus melalui proses panitia seleksi (pansel) dan menunggu pertimbangan teknis (pertek) dari pemerintah pusat. Bahkan, proses yang semula ditargetkan rampung sebelum Ramadan dan Lebaran, baru tuntas sebulan setelahnya.

“Masih ada belasan usulan yang perteknya belum keluar. Kalau disusun ulang, mungkin sampai pertengahan tahun belum bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Ia menegaskan, mutasi kali ini merupakan yang keempat sejak dirinya bersama Wakil Bupati Ansori memimpin Sumbawa selama 1 tahun 2 bulan. Menurutnya, mutasi bukan sekadar mengganti pejabat, tetapi memastikan “the right man on the right place”.

“Jabatan adalah amanah. Ini tanggung jawab besar yang harus dijalani dan akan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lindungi Hutan Sumbawa, Bupati Jarot Nyatakan Perang Terhadap Ilegal Logging 

Bupati juga mengingatkan bahwa pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi ketat. Ke depan, mereka dihadapkan pada tantangan perubahan global, dinamika ekonomi nasional, serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik.

“Pejabat bukan hanya menjalankan pekerjaan rutin. Bekerjalah sesuai tanggung jawab. Jabatan itu tidak kekal,” katanya.

Dalam arahannya, Jarot menekankan pentingnya pelayanan publik yang humanis. Ia meminta seluruh ASN dan kepala OPD membiasakan budaya sederhana namun berdampak besar.

“Mulai dari senyum saat melayani masyarakat. Sebagai atasan juga harus tersenyum kepada bawahan. Jangan bawa masalah rumah ke kantor,” pesannya.

 

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya etika komunikasi seperti mengucapkan kata “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” dalam pelayanan.“Senyum, salam, maaf, tolong. Biasakan itu. Masih ada OPD yang survei pelayanan publiknya rendah karena belum ramah,” ungkapnya.

Jarot juga mengingatkan agar seluruh OPD tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun komunikasi dan kolaborasi yang sehat agar tidak terjadi ketimpangan kinerja.

Ia mengibaratkan kinerja pemerintahan seperti kereta perang Benhur yang ditarik kuda, di mana kecepatan ditentukan oleh kuda yang paling lambat.

“Jadilah kuda yang berlari cepat. Kita harus berlari, tapi jangan lari dari kenyataan,” tegasnya.

Di sisi lain, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung prioritas nasional, khususnya pemberantasan korupsi. Ia mengingatkan seluruh pejabat untuk menjauhi praktik tersebut.

“Hindari korupsi. Karena korupsi itu pasti berjamaah. Kalau tidak terungkap saat menjabat, bisa saat pensiun atau bahkan nanti di akhirat,” ujarnya mengingatkan.

Mengakhiri arahannya, Jarot mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.

“Selamat kepada yang baru dilantik. Mari kita bangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani,” pungkasnya. (San)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement