Pemda Sumbawa
Beranda » Berita » Sumbawa Kebut Penurunan Stunting: Data Jadi Komando, Seluruh OPD Bertanggung Jawab

Sumbawa Kebut Penurunan Stunting: Data Jadi Komando, Seluruh OPD Bertanggung Jawab

Oplus_131072

Sumbawa-Besar, Suarasamawa.com– Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi memulai langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting melalui “Rapat Aksi Konvergensi Stunting Aksi #1” yang digelar di Aula Kantor Bapperida, Kamis (09/07/2026). Rapat ini menjadi penanda dimulainya perencanaan berbasis data yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Membuka acara, Sekretaris Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu, ST., MM, menegaskan bahwa langkah awal ini krusial untuk memetakan situasi secara akurat. “Kegiatan Aksi 1 ini adalah fondasi utama. Kami fokus untuk menganalisis kondisi stunting secara menyeluruh, mengidentifikasi permasalahan hingga ke tingkat desa, dan menyusun rekomendasi program yang tepat sasaran,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dwi Rahayu menekankan bahwa penanganan stunting bukanlah beban tunggal bagi satu instansi. Ia menggarisbawahi adanya keterkaitan erat antara stunting dan kemiskinan yang membutuhkan solusi terintegrasi.

“Stunting bukan hanya tanggung jawab satu SKPD tertentu, tapi berkaitan dengan keseluruhan pihak. Semua leading sektor yang ada mempunyai kewajiban tanggung jawab untuk menurunkan angka stunting. Menurunkan stunting berarti juga kita berperan menurunkan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa karena kedua hal ini beririsan,” tegasnya.

Oleh karena itu, program yang disusun harus bersifat multidimensi, menyentuh aspek gizi, kesehatan, akses air bersih dan sanitasi, kualitas pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Hasil analisis Aksi 1 ini akan menjadi bahan utama dalam Aksi 2, di mana setiap OPD akan memaparkan program kerja nyata mereka.

Wabup Ansori Apresiasi Rekomendasi dan Masukan Kritis Fraksi DPRD Sumbawa

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., MPH, memaparkan bahwa data sebaran stunting telah berhasil diidentifikasi hingga pelosok desa. “Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan analisis situasi. Sebaran stunting di Kabupaten Sumbawa ada di semua desa, dan ini menjadi peta jalan bagi kami. Program yang sudah dan akan dilakukan akan dibawakan lebih lanjut,” jelas Sarip Hidayat.

Harapannya, dari pertemuan ini akan lahir komitmen dan rencana aksi yang matang. “Apa yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) dari Aksi 1 ini akan kita eksekusi dan ekspos dalam Aksi 2 nanti. Semua lintas sektor akan memaparkan program masing-masing yang mendukung pencegahan dan pengendalian stunting,” tambahnya.

Sarip Hidayat berharap seluruh kesepakatan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa. “Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan hari ini bisa membawa berkah dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Fokus Lokus Stunting 2026-2027

Berdasarkan hasil pra-aksasi, telah ditetapkan lokus prioritas penanganan stunting pada tahun 2026 yang tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya:

Bukti Nyata Program Pemkab Sumbawa, 231 Miliar untuk Rakyat, IKM 88,80, Jalan Mantap 54 Persen dan 1,2 Juta Pohon Ditanam

· Kecamatan Moyo Utara: Desa Pungkit dan Desa Penyaring
· Kecamatan Lunyuk: Desa Emang Lestari dan Desa Padasuka
· Kecamatan Sumbawa: Desa Brang Biji dan Desa Umasima
· Kecamatan Labuhan Badas: Desa Labuan Aji
· Kecamatan Batu Lanteh: Desa Baturotok
· Kecamatan Alabangka: Desa Sukamulya dan Desa Labangka
· Kecamatan Tarano: Desa Labuhan Jambu

Sementara itu, untuk rencana lokus tahun 2027, pemerintah telah menyiapkan 9 desa/kelurahan yang tersebar di 6 kecamatan, termasuk Desa Labuhan Haji, Desa Teluk Santong, dan Kelurahan Brang Biji, sebagai bentuk kesinambungan upaya penurunan stunting di Bumi Samawa.(san)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement