Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun ke-30 Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Nahdlatul Wathan (NW) Padasuka yang berlangsung di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Senin (13/04/2026). Acara yang dirangkaikan dengan pengajian akbar serta silaturahmi bersama jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Wathan ini menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan pemerintah daerah.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, tampak hadir memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan panjang YPP NW Padasuka yang telah mengabdi selama tiga dekade di bidang pendidikan dan dakwah. Kehadiran orang nomor dua di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa tersebut disambut antusias oleh para santri, pengasuh pondok, serta masyarakat sekitar yang memadati lokasi acara.
Puncak acara ditandai dengan kedatangan tokoh penting Nahdlatul Wathan, Maulanasyaikh Dr. TGKH. Lalu Gede M. Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd.I. Kehadiran beliau disambut hangat oleh jajaran pemerintah daerah, pengurus yayasan, serta ribuan jamaah yang sudah sejak pagi berkumpul di halaman pondok pesantren. Suasana haru dan penuh kekhidmatan terlihat saat Maulanasyaikh memasuki area acara dengan didampingi para kyai dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wabup Ansori menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian YPP NW Padasuka yang telah memasuki usia ke-30. Ia menilai, usia tiga dekade merupakan bukti konsistensi dan komitmen yayasan dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
“Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentengi generasi muda dari pengaruh pergaulan negatif,” ujar Wabup Ansori di hadapan para jamaah yang terdiri dari santri, tokoh agama, dan masyarakat umum.
Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa Haji Ansori itu menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak-anak dan remaja, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran aktif pesantren dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sumber daya manusia yang unggul. YPP NW Padasuka telah membuktikan dirinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam hal ini,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Haji Ansori juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung dan mengawal pelaksanaan 12 program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Ia menekankan bahwa keberhasilan program-program pembangunan tersebut sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah kecamatan, dan perangkat desa.
“Jangan sampai program unggulan ini hanya berhenti di atas kertas. Mari kita kawal bersama, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Setiap warga memiliki tanggung jawab untuk memastikan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ajaknya.
Sementara itu, Maulanasyaikh Dr. TGKH. Lalu Gede M. Zainuddin Atsani dalam tausiyahnya menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pesantren. Beliau berharap agar silaturahmi yang terjalin ini terus ditingkatkan demi kemajuan pendidikan dan dakwah di Bumi Samawa.
Peringatan HUT ke-30 YPP NW Padasuka ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Maulanasyaikh, dilanjutkan dengan ramah tamah antara Wabup Ansori, para tokoh agama, serta masyarakat. Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh makna hingga usai pada siang hari.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan semakin kokoh dalam membangun Kabupaten Sumbawa yang religius, maju, dan berdaya saing.(San)


Komentar