Lombok Barat –Suarasamawa.com- Universitas Mataram (Unram) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi penggunaan struktur linguistik sebagai detektor alternatif teks terhumanisasi AI kepada kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Lombok Barat.
Kegiatan yang diketuai oleh Rahmad Hidayat, S.Pd., M.A., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram, dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026 bertempat di SMAN 1 Kediri. Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMA Lombok Barat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Universitas Mataram Berdampak melalui penguatan kapasitas masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Program tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi akal imitasi (Artificial Intelligence/AI).
Ketua tim pengabdian, Rahmad Hidayat, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa perkembangan AI generatif telah membawa perubahan besar dalam dunia Pendidikan seperti dalam proses pembelajaran bahasa dan penilaian karya tulis peserta didik. Oleh karena itu, guru perlu memiliki pemahaman kritis agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus menjaga integritas akademik dalam pembelajaran.

Oplus_131072
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan karakteristik linguistik teks AI generatif dan teks yang telah melalui proses humanisasi menggunakan AI Humanizer. Materi yang diberikan mencakup analisis terhadap perubahan pilihan kata, pembentukan kata, struktur kalimat, struktur wacana, serta penggunaan unsur kebahasaan yang dapat diamati dalam sebuah teks.
Melalui pendekatan linguistik, para guru diberikan pemahaman bahwa identifikasi teks berbasis AI tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan kesan umum terhadap sebuah tulisan. Pemeriksaan perlu mempertimbangkan berbagai aspek kebahasaan, seperti pola pilihan kata, konstruksi kalimat, hubungan antargagasan, dan karakteristik wacana secara menyeluruh.
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah pemodelan analisis perbandingan antara teks AI generatif dan teks yang telah dihumanisasi. Peserta melihat contoh perubahan kebahasaan yang terjadi setelah proses humanisasi, mulai dari perubahan diksi, struktur kalimat, hingga cara penyampaian gagasan. Pendekatan tersebut memberikan bekal bagi guru untuk melakukan pemeriksaan karya tulis siswa secara lebih sistematis dan berbasis pertimbangan akademik.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, para peserta menyampaikan bahwa sosialisasi memberikan wawasan baru mengenai karakteristik teks AI, perbedaan pola bahasa AI dengan tulisan manusia, serta cara mengenali kemungkinan penggunaan AI dalam penyelesaian tugas peserta didik. Materi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan guru dalam melakukan analisis dan penilaian keterampilan menulis siswa.
Selain memperoleh pengetahuan baru, peserta juga menyampaikan rencana tindak lanjut berupa penerapan materi dalam pembelajaran, penggunaan analisis linguistik untuk membantu pemeriksaan tugas siswa, penyusunan bahan ajar, serta berbagi pengetahuan kepada guru lain melalui lingkungan sekolah maupun forum MGMP.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Mataram memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat. Penguatan literasi AI bagi guru Bahasa Indonesia menjadi langkah strategis dalam menciptakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berintegritas, dan selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan. (Di)


Komentar