Pendidikan dan Kebudayaan
Beranda » Berita » UNIVERSITAS SAMAWA GELAR BEDAH BUKU “PULAU SUMBAWA TAHUN 1847” Hadirkan Tiga Pembicara untuk Menggali Sejarah dan Identitas Samawa

UNIVERSITAS SAMAWA GELAR BEDAH BUKU “PULAU SUMBAWA TAHUN 1847” Hadirkan Tiga Pembicara untuk Menggali Sejarah dan Identitas Samawa

Sumbawa Besar, Suarasamawa .com– Universitas Samawa (UNSA) akan menyelenggarakan kegiatan bedah buku dan diskusi akademik terhadap buku Pulau Sumbawa Tahun 1847, terjemahan dari catatan perjalanan Heinrich Zollinger oleh Poetra Adi Soerjo. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Auditorium Universitas Samawa, dengan tema “Baca Sejarah, Suluh Masa Depan.”

Buku Pulau Sumbawa Tahun 1847 merupakan terjemahan dari laporan perjalanan Zollinger selama ekspedisinya ke Bima, Sumbawa, dan beberapa wilayah di Sulawesi, Selayar, serta Flores pada periode Mei hingga Desember 1847 . Buku ini bukan sekadar catatan sejarah, tetapi sebuah “jendela” yang membuka pandangan terhadap lanskap ekologis dan sosial Pulau Sumbawa dua abad silam . Catatan Zollinger menjadi penting karena memberikan gambaran kondisi Sumbawa 32 tahun setelah letusan dahsyat Gunung Tambora, serta dinamika politik dan kekuasaan lokal pada masa itu.

Kegiatan bedah buku ini menghadirkan tiga narasumber dan pembedah buku, yaitu:
1. Prof. H. Iwan Jazadi, Ph.D. (Rektor STKIP Paracendikia NW Samawa)
2. Dr. Burhanuddin, M.Hum. – Akademisi dan Peneliti Universitas Mataram
3. Nurdin Ranggabarani, SH., MH (Penulis dan Sejarawan)
Penerjemah buku, Poetra Adi Soerjo, juga akan hadir untuk memberikan pengantar singkat mengenai proses dan motivasi di balik penerjemahan karya ini.

Menurut Poetra Adi Soerjo, buku ini diterjemahkan bukan untuk membela ataupun membantah isi tulisan Zollinger, melainkan sebagai upaya menghadirkan kembali catatan sejarah agar dapat dikaji secara akademik oleh masyarakat Sumbawa.

Kegiatan ini akan dimulai pukul 08.00 WITA dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, sambutan dari penerjemah, sesi bedah buku oleh narasumber, diskusi komparatif, hingga refleksi dan rekomendasi. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang.

Penerjemah Buku Pulau Sumbawa Tahun 1847 Dorong Kaji Ulang Hari Lahir Sumbawa

Selain narasumber dan penerjemah, acara ini akan dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari akademisi, kepala desa se-Kabupaten Sumbawa, mahasiswa, pustakawan dan arsiparis daerah, komunitas pencinta sejarah dan budaya Sumbawa, serta publik umum.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:
1. Pemahaman peserta terhadap isi dan konteks buku terjemahan, serta pentingnya kerja penerjemahan dalam membuka akses publik ke sumber sejarah.
2. Tersusunnya daftar rekomendasi bacaan lanjutan tentang sejarah Sumbawa dan naskah kolonial terjemahan lain.
3. Tersedianya rekaman diskusi (jika diizinkan) untuk disebarluaskan sebagai bahan ajar sejarah daerah.
4. Mendorong penerbitan ulang atau distribusi lebih luas buku terjemahan ini.
5. Membentuk kelompok studi sejarah Sumbawa berbasis komunitas.
6. Mengusulkan buku ini masuk ke dalam koleksi wajib perpustakaan sekolah di Kabupaten Sumbawa.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Iksan, SE., M.Pd. menyampaikan bahwa selama ini diskusi mengenai sejarah Sumbawa kerap berkembang tanpa didukung referensi yang kuat. “Melalui bedah buku secara akademik ini, berbagai pandangan dan argumentasi sejarah dapat diuji secara ilmiah bersama para ahli dan akademisi. Kami berharap informasi tentang sejarah Sumbawa dapat tertransformasi lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan bedah buku ini merupakan upaya Universitas Samawa untuk mendorong literasi sejarah dan memperkuat kesadaran masyarakat dalam memahami identitas dan perjalanan sejarah Tana Samawa. (san)

Sebanyak 69 Pelajar Terpapar Narkoba.Kacab Dikbud Sumbawa Minta  Penguatan Iman, Akhlak dan Moral Bagi Peserta Didik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement