Hasil Kunjungan Lapangan Akan Dibahas Bersama Pimpinan Untuk Tentukan Langkah Penanganan ODGJB
Sumbawa- Besar, Suarasamawa.com–22 Juli 2026 – Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sumbawa Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd., SD., menyatakan keprihatinan mendalam setelah melihat langsung kondisi pasien “pasung” di beberapa wilayah Kabupaten Sumbawa. Ia menegaskan BAZNAS siap mengambil peran aktif bersama Pemerintah Daerah dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat atau ODGJB.
Keprihatinan tersebut disampaikan usai melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik di Kecamatan Ropang, Kecamatan Buer, dan Kecamatan Alas. Kunjungan dilakukan bersama tim dari Dinas Kesehatan, Dinas PMD, dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi saudara-saudara kita yang masih mengalami pasung. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus segera kita selesaikan bersama. BAZNAS Sumbawa tidak akan tinggal diam,” ujar Indah Setia Ningsih, Rabu 22 Juli 2026.
Menurut Indah, praktik pasung tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, dan martabat kemanusiaan penderita. Ia menilai penanganan ODGJB membutuhkan kerja kolektif antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Pasung bukan solusi terbaik. Ini harus ada penyelesaiannya. BAZNAS hadir untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat benar-benar menyentuh kelompok paling rentan, termasuk ODGJB dan keluarganya,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim gabungan melakukan pendataan, pemeriksaan kesehatan awal, serta berkoordinasi dengan keluarga dan pemerintah desa. Dinas Kesehatan fokus pada aspek medis dan rujukan, Dinas Sosial pada rehabilitasi sosial, sementara Dinas PMD menguatkan peran desa dalam pencegahan.
Lebih lanjut, Indah Setia Ningsih menyampaikan bahwa hasil dari kunjungan lapangan ini akan segera dibahas bersama Ketua dan unsur pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Pembahasan tersebut bertujuan untuk menentukan tindakan konkret apa yang bisa diambil BAZNAS Sumbawa dalam menangani ODGJB di daerah.
“Dalam waktu dekat kami akan duduk bersama dengan Bapak Ketua dan seluruh unsur pimpinan BAZNAS Sumbawa. Kami akan membahas hasil kunjungan lapangan ini secara detail. Dari situ kita akan menentukan langkah dan bentuk bantuan apa yang paling tepat dan bisa segera dilaksanakan oleh BAZNAS Sumbawa untuk membantu penanganan ODGJB di Kabupaten Sumbawa,” terang Indah.
Ia menambahkan, beberapa opsi bantuan yang mungkin disiapkan BAZNAS antara lain dukungan biaya pengobatan, pemenuhan kebutuhan dasar pasien dan keluarga selama proses perawatan, serta bantuan untuk program rehabilitasi sosial agar pasien dapat kembali hidup normal di masyarakat.
“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan. Tidak hanya membebaskan dari pasung, tapi juga memastikan mereka mendapatkan pengobatan dan pendampingan agar bisa pulih,” katanya.
Indah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyelesaikan masalah gangguan jiwa dengan cara pasung. Ia meminta masyarakat segera melapor ke puskesmas, pemerintah desa, Dinas Sosial, atau BAZNAS jika menemukan kasus serupa agar dapat segera ditangani.
Kunjungan dan komitmen BAZNAS ini mendapat apresiasi dari pemerintah kecamatan dan desa. Mereka berharap sinergi antara BAZNAS dan OPD terkait dapat terus diperkuat hingga tidak ada lagi kasus pasung di Kabupaten Sumbawa.
Dengan semangat kepedulian, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus hadir dalam isu-isu kemanusiaan dan kesehatan. Hasil pembahasan bersama pimpinan nantinya akan menjadi dasar program BAZNAS dalam mendukung Pemerintah Daerah mewujudkan Sumbawa yang sehat dan bebas pasung.(san)


Komentar