Wabup Ansori Serahkan Santunan Kematian Rp. 32,690.000 untuk Anggota Damkartan Sumbawa
Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com– Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap anggota Satuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Satdamkartan) yang gugur dalam tugas mulia.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, didampingi Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, serta Ketua DPRD Sumbawa Nanang Nasiruddin, S.Ap., MM.Inov, menyerahkan langsung bantuan kematian kepada ahli waris Muhammad Solikin, Komandan Regu zona Alas yang meninggal dunia saat memadamkan kebakaran rumah di Desa Kalimango, Kecamatan Alas.
Penyerahan bantuan senilai Rp32.690.000 dari Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) itu dilakukan usai upacara paripurna di halaman kantor Bupati Sumbawa, Jumat (17/04/2026). Bantuan diterima langsung oleh orang tua almarhum selaku ahli waris yang tampak haru dan bersyukur atas perhatian pemerintah daerah.
Muhammad Solikin, yang sehari-hari bertugas sebagai Komandan Regu zona Alas, meninggal dunia pada Minggu (22/03/2026) saat berjibaku memadamkan api yang melalap 30 unit rumah warga di Desa Kalimango. Dalam kejadian tersebut, almarhum disebut mengalami kecelakaan tersengat aliran listrik hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kebakaran. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat yang diselamatkannya.
“Alhamdulillah, pemerintah daerah hari ini menyerahkan secara simbolis bantuan dari Taspen senilai Rp32.690.000 kepada anggota Satdamkartan Sumbawa, Muhammad Solikin, yang wafat saat menjalankan tugas memadamkan api yang menghanguskan puluhan rumah warga di Desa Kalimango beberapa waktu lalu,” ujar Wabup Ansori saat dikonfirmasi usai acara.
Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, Wabup Ansori menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Ia berharap bantuan kematian yang diserahkan hari ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi manfaat untuk almarhum.
“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan pemerintah terhadap jasa pahlawan kemanusiaan kita yang meninggal saat melaksanakan tugas mulia. Beliau telah mengorbankan nyawanya untuk melindungi masyarakat dan harta benda warga,” ungkap Wabup.
Lebih lanjut, Wabup Ansori menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap pengorbanan para anggota Satdamkartan. “Kami akan terus memperhatikan kesejahteraan mereka, termasuk keluarga yang ditinggalkan. Ini adalah komitmen kami,” tegasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, menambahkan bahwa proses administrasi bantuan telah dipercepat mengingat status almarhum yang gugur dalam tugas. “Kami memastikan semua hak dan santunan diberikan tepat waktu. Tidak ada kata terlambat untuk menghargai jasa pahlawan,” katanya.
Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada almarhum Muhammad Solikin. “Ini adalah pahlawan daerah yang patut dicontoh. Kami dari DPRD mendukung penuh pemberian santunan dan akan mengawal agar kebijakan perlindungan bagi petugas damkar ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.
Orang tua almarhum yang menerima bantuan tampak tidak kuasa menahan tangis. Mereka mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Anak kami pergi dengan cara yang membuat kami bangga, meski sangat kehilangan. Terima kasih Pak Wabup dan semua jajaran,” ujarnya.
Peristiwa kebakaran di Desa Kalimango pada 22 Maret lalu menjadi salah satu bencana terbesar di Kecamatan Alas dalam beberapa tahun terakhir. Dari 30 rumah yang hangus, puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Berkat kerja keras tim Satdamkartan yang dipimpin langsung oleh Komandan Regu Muhammad Solikin, api berhasil dipadamkan setelah berjam-jam berjuang, meski nyawa sang komandan harus menjadi taruhan.
Kepergian Muhammad Solikin meninggalkan warisan keberanian dan dedikasi yang tak ternilai. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk menjadikan kisahnya sebagai inspirasi bagi seluruh aparatur sipil negara dan masyarakat.
Bantuan kematian yang diserahkan secara simbolis ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat bahwa negara hadir untuk para pahlawannya.(San)


Komentar