Sumbawa-Besar,Suarasamawa.Com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Sekretariat Daerah memastikan seluruh layanan publik, khususnya di bidang kesehatan, tetap beroperasi optimal selama masa libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang jatuh pada 18 hingga 25 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah suasana libur panjang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, menegaskan bahwa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas tidak boleh tutup total. Ia menginstruksikan jajarannya untuk menyusun sistem jadwal piket atau shift bagi tenaga kesehatan guna memastikan layanan tetap tersedia.
“Semua kepala puskesmas kami minta untuk mengatur sistem shift dan jadwal piket secara proporsional. Tujuannya agar pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, selama libur dan cuti bersama ini dapat ditangani dengan baik dan tidak ada kekosongan petugas,” ujar Sekda Budi Prasetiyo di Sumbawa, Senin (16/3/2026).
Sekda menyoroti pentingnya ketersediaan layanan gawat darurat. Ia meminta agar Unit Gawat Darurat (UGD) di setiap puskesmas tetap buka 24 jam, mengingat layanan poli rawat jalan umumnya libur pada hari raya. Sementara itu, untuk rumah sakit, ia meminta agar seluruh unit pelayanan berjalan seperti biasa.
“Untuk puskesmas, kami tekankan semua UGD harus tetap beroperasi penuh. Poli rawat jalan memang kami liburkan sementara, tetapi pelayanan darurat tidak boleh berhenti. Rumah sakit juga harus berjalan normal, sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis darurat maupun non-darurat tetap terlayani dengan baik,” jelasnya.
Terkait potensi kendala administrasi, Sekda Budi Prasetiyo juga menyikapi adanya fenomena penonaktifan sementara sejumlah kepesertaan BPJS Kesehatan akibat proses penataan dan reaktivasi data. Ia meminta agar hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam pemberian layanan.
“Kami memahami ada proses penataan kembali data kepesertaan BPJS yang mungkin menyebabkan beberapa warga terkendala administrasi. Namun, saya minta kepada seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, layanan tetap harus diberikan. Utamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Persoalan administrasi bisa diurus kemudian, asalkan pasien dalam kondisi darurat atau membutuhkan penanganan segera,” tegasnya.
Tidak hanya sektor kesehatan, Pemkab Sumbawa juga memastikan kesiapan sektor-sektor vital lainnya. Dalam rapat pimpinan yang diperluas, pemerintah daerah membahas langkah-langkah strategis untuk menjamin kelancaran arus distribusi kebutuhan pokok selama libur Lebaran.
“Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pertamina dan Bulog, untuk memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) lancar, ketahanan pangan terjaga, dan pasokan sembako tersedia dengan harga stabil. Semua ini kami lakukan agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman tanpa khawatir akan kebutuhan dasar,” tandas Sekda.
Dengan berbagai langkah antisipasi ini, Pemkab Sumbawa berharap masyarakat dapat menjalani libur Hari Raya dengan aman. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat jika memerlukan bantuan medis. Petugas piket di setiap instansi diharapkan siap siaga melayani warga yang membutuhkan.(San)


Komentar