Pemda Sumbawa
Beranda » Berita » Cabai,  Penyumbang Inflasi Tertinggi di Sumbawa

Cabai,  Penyumbang Inflasi Tertinggi di Sumbawa

Oplus_131072

Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com 11 Maret 2026 – Lonjakan harga cabai di Kabupaten Sumbawa menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah. Komoditas bahan pokok ini tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi setelah harganya sempat menembus angka Rp150.000 per kilogram di pasaran. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, saat menghadiri pasar murah “Terang Berkah Ramadhan” yang digelar oleh PLN UP3 Sumbawa di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Rabu (11/03/2026).

Menurut Sekda, gejolak harga cabai ini sempat memberatkan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan dimana permintaan terhadap bahan pokok meningkat signifikan. Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca dan gangguan distribusi.

“Sempat tembus Rp150.000 per kilogram. Itu yang paling tinggi dan menjadi penyumbang inflasi terbesar di Sumbawa. Alhamdulillah, sekarang sudah turun ke Rp95.000, tapi kita tetap waspada karena stok masih fluktuatif,” ujar Dr. H. Budi Prasetiyo di sela-sela kegiatan pasar murah.

Berdasarkan data terkini, inflasi di Kabupaten Sumbawa pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,88 persen secara tahunan (year-on-year). Meskipun angka ini merupakan yang terendah dibandingkan daerah lain di NTB seperti Kota Bima yang mencapai 6,40 persen, lonjakan harga cabai tetap menjadi tekanan tersendiri bagi daya beli masyarakat . Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil mencapai 3,92 persen .

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah NTB lainnya. Di Kota Mataram misalnya, harga cabai sempat melonjak hingga Rp130.000 per kilogram akibat curah hujan tinggi yang menghambat proses panen dan distribusi dari sentra produksi . Namun, penurunan harga di Sumbawa menjadi angin segar meskipun angkanya masih jauh dari harga normal.

Skor Adipura 28,50, Wabup Ansori Turun Gunung: “Jangan Buang Sampah di Bawah Jembatan!”

Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi. Operasi pasar dan stabilisasi harga menjadi prioritas, termasuk penguatan distribusi antarwilayah dengan memanfaatkan Pulau Sumbawa sebagai daerah penyangga produksi untuk menopang kebutuhan di Pulau Lombok .

Dalam kesempatan yang sama, Sekda mengapresiasi inisiatif PLN UP3 Sumbawa yang menggelar pasar murah “Terang Berkah Ramadhan”. Kegiatan ini dinilai sangat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah gejolak harga.

“Saya berterima kasih kepada PLN yang peduli. Pasar murah seperti ini sangat membantu masyarakat, apalagi menjelang Ramadhan. Kami berharap kegiatan serupa bisa terus digalakkan oleh berbagai pihak, baik BUMN maupun swasta,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga dan memastikan ketersediaan pasokan. Selain operasi pasar, langkah jangka panjang seperti gerakan tanam komoditas hortikultura juga terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah .

Pasar murah yang digelar PLN UP3 Sumbawa ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras, minyak goreng, hingga bahan pangan lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, berbondong-bondong datang ke Lapangan Pahlawan untuk berbelanja kebutuhan Ramadhan dengan harga ramah di kantong.

Wabup Sumbawa Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat, diharapkan tekanan inflasi dapat diredam dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri mendatang.(San)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement