Pemda Sumbawa
Beranda » Berita » Wabup Ansori Perketat Pengawasan Elpiji 3 Kg, Oknum Pangkalan Nakal Terancam Dicabut Izinnya

Wabup Ansori Perketat Pengawasan Elpiji 3 Kg, Oknum Pangkalan Nakal Terancam Dicabut Izinnya

Oplus_131072

Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com– Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Satuan Tugas (Satgas) pengawasan distribusi gas elpiji bersubsidi akan bertindak tegas terhadap oknum pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran. Bahkan, sanksi pencabutan izin sudah dijatuhkan kepada beberapa pangkalan yang terbukti nakal.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat memimpin kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Baitul Amal, Desa Tengah, Kecamatan Utan, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tahunan ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.

“Melalui kegiatan ini pemerintah dapat mendengar secara langsung aspirasi masyarakat, termasuk berbagai kebutuhan mendesak yang memerlukan perhatian dan penanganan serius,” ujar Wabup Ansori di hadapan jamaah.

Dalam dialog interaktif tersebut, keluhan terkait sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg menjadi sorotan utama. Warga mengaku kerap kesulitan membeli gas bersubsidi tersebut, terutama menjelang bulan suci Ramadhan seperti saat ini.

Menanggapi hal itu, orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumbawa ini menduga kelangkaan tersebut disebabkan oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab yang bermain di jalur distribusi. Mereka diduga menimbun atau mengalihkan gas bersubsidi untuk kepentingan pribadi dan merugikan masyarakat luas.

Skor Adipura 28,50, Wabup Ansori Turun Gunung: “Jangan Buang Sampah di Bawah Jembatan!”

“Pemerintah daerah melalui satgas yang telah dibentuk terus berupaya dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperketat pengawasan distribusi. Tujuannya agar penyaluran gas bersubsidi ini benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Wabup Ansori menegaskan komitmennya untuk tidak mentoleransi praktik-praktik curang yang merugikan masyarakat. Ia memperingatkan para agen dan pemilik pangkalan untuk mematuhi aturan yang berlaku. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas akan dijatuhkan tanpa pandang bulu.

“Sudah ada beberapa oknum pangkalan yang kami cabut izinnya karena terbukti melanggar aturan. Ini menjadi peringatan keras bagi yang lain. Jangan coba-coba bermain-main dengan barang bersubsidi yang menjadi hak masyarakat kecil,” tegasnya.

Selain membahas persoalan distribusi elpiji, pada kesempatan tersebut Wabup H. Ansori juga memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan 12 program unggulan yang menjadi arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sumbawa. Program-program tersebut mencakup peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan sektor pertanian dan peternakan, pengembangan UMKM, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta pengentasan kemiskinan.

“Realisasi program unggulan ini kami lakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap memperhatikan skala prioritas serta kemampuan keuangan daerah. Semua ini kami lakukan untuk mewujudkan Sumbawa yang lebih maju dan sejahtera,” jelasnya.

Wabup Sumbawa Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Di akhir kegiatan, Wabup Ansori menyalurkan bantuan untuk pembangunan Masjid Baitul Amal sebesar Rp25 juta. Selain itu, diserahkan pula puluhan paket Al-Qur’an serta paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Utan. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga serta mendukung kegiatan ibadah di bulan suci Ramadhan.(San)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement