Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com– Bupati Sumbawa, Ir. Syafruddin Jarot mengusulkan 5 desa agar dapat ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026 yakni Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang, Desa Buer Kecamatan Buer, Desa Labuhan Jambu Kecamatan Tarano, Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape dan Desa Gapit Kecamatan Empang.
Usulan tersebut disampaikan Bupati saat , mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Jumat (27/2/2026) pukul 07.00 WITA.
Sebelumnya, Bupati juga menyambut langsung kedatangan Menteri di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa. Kunjungan kerja tersebut menjadi momen istimewa bagi masyarakat pesisir, khususnya warga Pulau Bungin yang sejak pagi memadati lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, anggota Forkopimda lainnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. Budi Prasetiyo, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Rahmat Hidayat, Kadis Koperasi, UMKM Perindistrian dan Perdagangan, E. S Adi Nusantara, Kadis PRKP Dian Sidarta, Asisten 3 Setda Rahman Ansori.

Bupati Sumbawa menyampaikan rasa bangga dan terhormat atas kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan ke Pulau Bungin.
“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, khususnya masyarakat Bungin dan Sumbawa, dikunjungi langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Alhamdulillah, pada tahun 2025 kita mendapat kesempatan dibangun Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri dan jajaran atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat nelayan Sumbawa. Menurutnya, kehadiran program KNMP membawa banyak manfaat, mulai dari pembangunan dermaga, mesin pendingin ikan, hingga penataan kawasan yang kini menjadi lebih representatif dan bahkan menjadi lokasi kunjungan masyarakat.
Bupati mengingatkan warga agar menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Ia menyampaikan masih ada lima desa lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui program serupa. “Sumbawa memiliki potensi tambak, laut, hingga produksi garam yang cukup besar. Karena itu kami mohon dukungan dan arahan Pak Menteri agar pembangunan sektor kelautan dan perikanan di daerah kami terus dibantu dan diperkuat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Bungin, M. Jaelani, mengungkapkan bahwa ini merupakan kunjungan kedua Menteri ke wilayah tersebut. Ia berharap kunjungan kali ini membawa lebih banyak program dan keberlanjutan bantuan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah kami kembali dibantu. Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden atas program Kampung Nelayan Merah Putih ini. Lokasi ini kini menjadi bagus dan membanggakan,” katanya.
Dalam peninjauan, Menteri Trenggono melihat langsung mesin pendingin ikan bantuan kementerian. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan agar tetap segar dan tidak cepat rusak meskipun belum langsung dipasarkan.
Dalam dialog bersama masyarakat, Menteri menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan di Pulau Bungin. Ia menjanjikan bantuan kapal bagi nelayan serta pembangunan kampung budidaya lobster dan mutiara.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan program kementerian tahun 2025. Di tahun 2026, kami akan membantu 1.000 keramba untuk masyarakat Bungin,” ujarnya di hadapan warga.
Kunjungan ini diharapkan semakin mendorong Pulau Bungin sebagai sentra perikanan tangkap dan budidaya unggulan di Kabupaten Sumbawa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (San)


Komentar