Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com– Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. bersama Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori (Jarot-Ansori), komitmen terhadap sektor pertanian mulai menunjukkan hasil nyata.
Salah satu janji politik yang masuk dalam 12 program prioritas, yakni penguatan infrastruktur pengairan, direalisasikan melalui gelontoran anggaran lebih dari Rp16,8 miliar.
Bupati Jarot menegaskan bahwa pembangunan sarana pengairan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan di Bumi Loka Maja.
“Kita ingin petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada musim hujan. Dengan infrastruktur yang memadai, indeks tanam bisa meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan bisa ditekan,” ujar Bupati Jarot saat meninjau salah satu lokasi pembangunan embung di Kecamatan Moyo Hulu, beberapa waktu lalu.

Oplus_131072
Melalui kolaborasi Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), berbagai fasilitas pengairan telah dibangun dan disiapkan untuk diserahkan kepada kelompok tani. Sarana tersebut meliputi pembangunan kantong air, check dam, sumur bor pertanian, embung desa, saluran irigasi dan perpipaan, serta pengadaan mesin pompa pengairan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, melalui keterangan terpisah, menyampaikan bahwa distribusi bantuan difokuskan pada daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra produksi padi dan palawija, namun kerap menghadapi krisis air saat kemarau.
“Sumur bor dan pompa misalnya, sangat membantu petani di lahan tadah hujan. Mereka bisa menanam lebih cepat dan panen tepat waktu,” jelasnya.
Bupati Jarot menambahkan, tantangan keterbatasan anggaran daerah tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk tetap bergerak. Pihaknya terus mendorong efisiensi dan mencari sumber-sumber pendanaan lain, termasuk melalui dana alokasi khusus dan bantuan provinsi.
“Janji kepada masyarakat adalah utang yang harus ditunaikan. Meski bertahap, kami pastikan program ini berkelanjutan. Tahun depan kita akan tambah lagi titik-titik embung dan perbaikan irigasi tersier,” tegas Bupati yang akrab disapa Jarot ini.
Para petani di sejumlah desa menyambut antusias realisasi program ini. Mereka menilai kehadiran embung dan sumur bor mampu menghidupkan kembali lahan-lahan yang sebelumnya hanya ditanam sekali setahun. Ke depan, diharapkan pendampingan teknis juga terus diberikan agar pemeliharaan infrastruktur berjalan baik dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.(San)


Komentar