Sumbawa- Besar, Suarasamawa.com–Pasca terjadinya bencana longsor di tambang emas Lantung yang memakan 3 koran jiwa dan 6 korban luka luka, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, langsung menggelar rapat darurat bersama sejumlah kepala OPD, lalu terjun langsung mengunjungi keluarga korban.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ansori dengan nada penuh keprihatinan.
Namun duka bukan akhir. Ansori menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan segera melakukan evaluasi total terhadap aktivitas tambang rakyat, khususnya di kawasan Lawang Tua yang selama ini dikenal beroperasi tanpa pengawasan ketat dengan kondisi tanah labil dan tebing curam yang rawan longsor.
“Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ini bukan pertama kalinya Ansori menyoroti keras persoalan tambang. Beberapa waktu lalu, ia bahkan melontarkan kritik pedas: “Tak ada gunanya tambang beroperasi jika di sekitarnya masih ada warga yang terbelakang secara ekonomi, daerahnya tertinggal, dan akses jalannya rusak parah.”Ansori juga pernah menegaskan bahwa pemda tidak tinggal diam mengawasi aktivitas pertambangan, baik perusahaan besar maupun tambang rakyat.
Evaluasi Menyeluruh dan Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan pascakejadian berjalan baik serta mengidentifikasi langkah-langkah peningkatan keselamatan di lokasi tambang rakyat. Polisi pun saat ini masih mendalami penyebab pasti longsor—apakah murni kondisi alam atau ada faktor lain yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan.
Ansori berharap kunjungannya dapat memberikan dukungan moril bagi keluarga korban sekaligus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan keselamatan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. Satu hal yang pasti: tragedi Lawang Tua bukan sekadar kecelakaan—itu adalah alarm keras bagi pengelolaan tambang rakyat di Sumbawa.(san)


Komentar