Peristiwa
Beranda » Berita » 20 Tahun  Pondok Modern Al-Hikmah Utan, Kukuhkan Peran Strategis Menyongsong Peradaban Masa Depan

20 Tahun  Pondok Modern Al-Hikmah Utan, Kukuhkan Peran Strategis Menyongsong Peradaban Masa Depan

Oplus_131072

Sumbawa-Besar, Suarasamawa.com— Pondok Modern Al-Hikmah Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sukses menyelenggarakan puncak perayaan Tasyakuran dan Milad ke-20 pada akhir pekan ini. Mengusung tema “Dua Dekade Mengabdi, Membangun Peradaban dan Mengokohkan Pijakan Menuju 20 Tahun Kedua”, acara khidmat ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang institusi dalam menjaga akhlak dan mencetak generasi unggul di tanah Sumbawa.

Acara yang sarat kehangatan dan rasa syukur tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, H. Fahri Hamzah, S.E. Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Sumbawa, jajaran TNI/Polri termasuk Dandim, Camat Utan, para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Sumbawa, serta tokoh masyarakat setempat.

Perjalanan Dua Dekade: Dari Kubangan Kerbau Menjadi Kampus Peradaban

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa oleh Ustadz Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., dilanjutkan dengan penayangan film dokumenter profil Pondok Pesantren Modern Al-Hikmah Utan yang menggambarkan kilas balik perjuangan lembaganya sebagai benteng penjaga akhlak selama dua puluh tahun terakhir.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah, Ustadz KH. Syihabuddin Muhammad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam (tahaddus bin ni’mah) atas perjalanan dua dekade lembaga yang dipimpinnya. Ia mengenang kembali awal mula tercetusnya gagasan mendirikan pesantren yang justru bermula dari perantauan di Riyadh, Arab Saudi, dan Masjidil Haram bersama rekan-rekan sesama asal Sumbawa.

Jalin Kemitraan Strategis, Kapolsek Kunjungi Camat Rhee

Oplus_131072

“Ide mendirikan Al-Hikmah ini awalnya bukan lahir di Indonesia, melainkan di Riyadh dan Masjidil Haram. Dulu, lokasi kampus ini awalnya adalah tempat kubangan kerbau yang merupakan tanah wakaf dari Hajjah Hawa—sehingga kampus ini kami namakan Kampus Hajah Hawa. Berkat niat tulus yang mewakafkan, kubangan kerbau itu kini ‘kita ubah’ menjadi santri-santri yang menimba ilmu,” ujar Ustadz KH. Syihabuddin di hadapan ratusan tamu undangan.

Ia memaparkan, saat ini Pondok Modern Al-Hikmah menaungi berbagai lembaga pendidikan mulai dari TPQ, Diniyah, SMP, hingga Madrasah Aliyah dengan sistem pendidikan ala pesantren modern. Tercatat sudah ada 1.999 santri yang pernah menimba ilmu di pondok ini, dengan jumlah santri SMP saat ini mencapai sekitar 400 orang.

Alumni Al-Hikmah kini telah tersebar melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama baik di dalam maupun luar negeri, seperti UIN Mataram, Jakarta, LIPIA, Universitas Pamulang, Universitas Samawa (UNSA), Universitas Cordova (UNVA), hingga Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Rangkaian Milad ke-20 ini juga dirangkaikan dengan Festival Anak Soleh yang diikuti oleh 220 peserta dari berbagai kecamatan di sekitar Sumbawa, penyelenggaraan Pekan Olahraga Santri, serta diskusi panel mengenai masa depan pesantren di Kabupaten Sumbawa. Selain itu, momentum ini juga menandai pengukuhan Forum Kerja Sama Pondok Pesantren.

Wamen PKP Fahri Hamzah: Pesantren Adalah Benteng Pertahanan Kemanusiaan di Era AI

Perkuat Sinergi Antar-Aparatur, Kapolsek Rhee Sambangi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Rhee

Wakil Menteri PKP RI, H. Fahri Hamzah, S.E., dalam orasi kebangsaannya menyampaikan apresiasi tinggi atas ketangguhan para perintis dan pengasuh Pondok Modern Al-Hikmah yang konsisten membangun masyarakat dari bawah.

Mengawali sambutannya dengan bernostalgia mengenai masa kecilnya di Utan dan pentingnya perantauan dalam membentuk mentalitas dan rasa ingin tahu, Fahri menekankan bahwa tugas utama institusi pendidikan adalah menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian berpikir besar bagi generasi muda.

Memasuki era modern yang ditandai dengan disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence seperti Gemini, ChatGPT, dan Perplexity), Fahri mengingatkan bahwa tantangan masa depan anak-anak remaja akan semakin berat akibat arus informasi yang tanpa batas (over-connectivity).

“Di dunia barat, kemajuan teknologi kini mulai menggantikan peran otot hingga otak manusia. Mesin dan AI bisa menjawab apa saja dengan data yang lengkap. Namun, ada satu hal yang diyakini tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh mesin, yaitu Hati,” tegas Fahri Hamzah.

Ia menambahkan, di tengah gempuran informasi dan era digital saat ini, pondok pesantren memegang peranan vital sebagai benteng pertahanan agar manusia tetap mempertahankan esensi kemanusiaannya.

Jumat Berkah, Anggota Yon B Pelopor Sumbawa Tebar Kebaikan di Jalan

“Maka, pesantren harus mengajarkan semuanya—menyehatkan fisik, melatih anak-anak untuk berani bertanya dan berimajinasi, serta memperkuat jiwa. Angka 20 tahun Al-Hikmah ini sangat pas dengan proyeksi Indonesia Emas 2045. Kemungkinan kemenangan peradaban Islam ke depan adalah peradaban yang mampu memulihkan kemanusiaan melalui nilai-nilai fitrah dan agama,” pungkasnya. (san)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement