Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com—Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda, DR.Budi Prasetyo meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPH) milik Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sumbawa, Rabu, (8/4), SPPG yang berlokasi di komples markas Polsek Sumbawa tersebut, akan melayani sebanyak 2.976 orang yang terdiri dari siswa-siswi SMKN 1, SMP 4, Mts Negri, SDN 13, SDN 11, SDN Kebayan serta Pondok Daniyat.
Kehadiran dapur gizi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Sumbawa.

Grand Opening SPPG ini ditandai dengan guntingan pita oleh Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda, Dr. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP. Ikut mendampingi Kapolres Sumbawa, Kajari, Wakil Ketua 1 DPRD, Kepala Kemenag sekaligus Ketua MUI Sumbawa, Ketua PN Sumbawa, dan Ketua Yayasan serta disaksikan Sekcam Sumbawa, dan para Lurah.
Sekretaris Daerah Sumbawa, DR. Budi Prasetiyo menekankan bahwa peresmian SPPG bukan sekadar menghadirkan dapur, melainkan komitmen bersama untuk masa depan anak-anak Sumbawa.
“Apa yang kita resmikan hari ini bukan sekadar bangunan, tetapi komitmen agar tidak ada lagi anak di Sumbawa yang kekurangan gizi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa hingga April 2026, sudah terdapat 11 SPPG di Kabupaten Sumbawa, meskipun beberapa sempat mengalami penutupan sementara karena persoalan teknis seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Ke depan, Pemkab Sumbawa menargetkan pembangunan 122 dapur SPPG hingga tahun 2027, termasuk di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi tanggung jawab besar untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang layak,” tambahnya.
Sekda juga mengingatkan pentingnya pengelolaan yang baik, mulai dari kualitas makanan, distribusi, hingga edukasi gizi kepada masyarakat.
Dengan hadirnya SPPG Kemala Bhayangkari ini, diharapkan Kabupaten Sumbawa dapat menjadi contoh daerah yang serius dan terstruktur dalam menangani persoalan gizi dan stunting, demi mewujudkan generasi emas di masa depan.
Kepala SPPG Kemala Bhayangkari, Elsi Febri Insani, melaporkan bahwa operasional dapur akan dimulai pada Senin, 13 April 2026.
Pada tahap awal, SPPG ini akan melayani 2.976 penerima manfaat, terdiri dari 2.360 peserta didik dari sejumlah sekolah, dan 616 penerima dari kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) melalui beberapa posyandu.
“Dapur SPPG ini bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas gizi, mendukung tumbuh kembang anak, serta membantu pencegahan stunting,” ujarnya seraya menegaskan komitmen untuk mengelola dapur secara profesional, higienis, dan berkelanjutan.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini SH., SIK, menyampaikan bahwa pembangunan SPPG ini telah melalui proses panjang sejak ground breaking pada Oktober 2025.
“Kurang lebih enam hingga tujuh bulan proses pembangunan, dan hari ini bisa kita resmikan. Ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk dukungan mitra dan investor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada tahap awal operasional nanti, SPPG akan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat per hari, sebelum berkembang sesuai kapasitas maksimal.
Menurutnya, kehadiran SPPG merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam meningkatkan gizi generasi muda dan mencegah stunting.
“Kami berharap program ini berjalan berkelanjutan dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, agar tidak terjadi kendala yang menghambat operasional,” tegas Kapolres.(San)


Komentar