Pemda Sumbawa
Beranda » Berita » Pemkab Sumbawa Pastikan Tenaga Kerja Lokal Prioritas Utama di Proyek Industri Unggas Terintegrasi

Pemkab Sumbawa Pastikan Tenaga Kerja Lokal Prioritas Utama di Proyek Industri Unggas Terintegrasi

Oplus_131072

Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa bergerak cepat memastikan agar pembangunan industri unggas terintegrasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, memberikan dampak ekonomi maksimal bagi masyarakat setempat. Komitmen ini ditegaskan di tengah tahapan krusial penyusunan studi kelayakan proyek yang melibatkan perusahaan BUMN tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, mengungkapkan bahwa saat ini Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot bersama Gubernur NTB Dr. H. Muhammad Iqbal tengah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan ID FOOD di Jakarta.

Dengan telah dilakukan MoU tersebut lanjut Doktor Dedy, pihaknya juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pelaksana proyek. Fokus utama pembahasan adalah skema penyerapan tenaga kerja lokal yang nantinya akan beroperasi di kawasan industri tersebut.

“Kami tidak ingin proyek sebesar ini hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Oleh karena itu, sejak tahap perencanaan, kami sudah mendorong agar putra-putri Sumbawa mendapatkan porsi yang signifikan, terutama untuk posisi-posisi yang tidak memerlukan sertifikasi keahlian tinggi,” ujar Dr. Dedy kepada media ini, Senin (09/03/2026).

Proyek strategis ini merupakan kolaborasi antara PT Food ID yang merupakan perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Agriculture Global Khatulistiwa (AGK) selaku pelaksana teknis di lapangan. Saat ini, proyek tengah memasuki tahapan krusial penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Dalam proses ini, Bapperida turut berperan aktif membantu tim teknis dalam pengumpulan data dasar yang dibutuhkan.

Skor Adipura 28,50, Wabup Ansori Turun Gunung: “Jangan Buang Sampah di Bawah Jembatan!”

Dari penyusunan DED nantinya akan terpetakan secara rinci berbagai aspek teknis pembangunan, mulai dari tata letak bangunan, sistem drainase, aksesibilitas, hingga yang terpenting: kebutuhan tenaga kerja konstruksi dan operasional.

Menjawab potensi kesenjangan kompetensi tenaga kerja lokal, Dr. Dedy menegaskan bahwa Pemkab Sumbawa tidak akan tinggal diam. Pihaknya berencana menyiapkan program pelatihan khusus yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

“Kami sudah memetakan, ada beberapa bidang keahlian yang mungkin belum dimiliki oleh tenaga lokal. Untuk menjembatani hal itu, kami siap memfasilitasi pelatihan, baik yang dilaksanakan di dalam maupun di luar daerah. Tujuannya agar ketika proyek beroperasi penuh, tenaga kerja lokal benar-benar siap pakai,” jelas doktor lulusan Universitas Mataram ini.

Ia menambahkan, pembahasan lebih rinci mengenai porsi atau kuota tenaga kerja lokal akan terus dimatangkan seiring dengan finalisasi perencanaan proyek. Pemerintah daerah optimistis, dengan perencanaan yang matang, proyek ini akan menjadi lokomotif ekonomi baru.

“Meskipun lokasinya di Sumbawa, dampak ekonominya kami proyeksikan akan terasa secara luas, tidak hanya untuk kabupaten, tetapi juga provinsi Nusa Tenggara Barat dan nasional. Ini adalah proyek strategis yang harus kita kawal bersama,” tutup Dr. Dedy.

Wabup Sumbawa Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Proyek industri unggas terintegrasi di Moyo Hilir ini direncanakan akan menjadi salah satu sentra peternakan modern di kawasan timur Indonesia, dengan proses produksi yang meliputi pembibitan, budidaya, pakan ternak, hingga pengolahan hasil.(San)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement