Pemda Sumbawa
Beranda » Berita » Bupati Jarot Tekankan Tiga Pilar Pembangunan Sumbawa dalam Fo

Bupati Jarot Tekankan Tiga Pilar Pembangunan Sumbawa dalam Fo

Oplus_131072

Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., resmi membuka Forum Gabungan Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumbawa Tahun 2027. Bertempat di La Grande Ballroom, Kamis (26/03/2026), forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program pembangunan daerah agar lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Haji Jarot itu menegaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 harus sejalan dengan amanat perencanaan pembangunan nasional serta visi-misi daerah yang tertuang dalam RPJMD. Ia memperkenalkan tiga pilar utama pembangunan Kabupaten Sumbawa, yaitu people (SDM), power (tata kelola), dan planet (lingkungan).

“Sebagus apa pun sumber daya manusia dan pemerintahan kita, jika alam rusak, maka semua akan sia-sia. Karena itu, keseimbangan ketiga pilar ini harus kita jaga,” tegasnya di hadapan para asisten, kepala perangkat daerah, perencana, serta Tim Siap Siaga yang hadir.

Pada pilar people, Bupati memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah strategisnya adalah memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) agar mampu menjawab kebutuhan pasar kerja, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Untuk pilar power, Jarot menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang unggul dan adaptif. Ia mencontohkan komunikasi rutin antar perangkat daerah melalui pertemuan mingguan berbasis digital sebagai langkah konkret memantau perkembangan program. Capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun ini disebutnya sebagai bukti komitmen terhadap akuntabilitas yang harus terus dipertahankan. Digitalisasi sistem pengawasan juga terus diperkuat, termasuk melalui pembentukan satuan tugas seperti satgas hutan dan satgas LPG.

Skor Adipura 28,50, Wabup Ansori Turun Gunung: “Jangan Buang Sampah di Bawah Jembatan!”

Sementara pada pilar planet, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Program unggulan “Sumbawa Hijau Lestari” terus digencarkan, mulai dari penanaman tanaman produktif hingga penegakan hukum terhadap aktivitas perusakan hutan.

Forum ini juga menjadi ajakannya bagi seluruh peserta untuk merangkum dan menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kemampuan keuangan daerah. Ia menekankan perlunya mempertimbangkan aspek sosial, politis, serta 12 program prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.

Menanggapi usulan Kepala Baperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si, M.Si, mengenai pendekatan “1 desa 1 usulan” senilai Rp100 juta, Bupati Jarot menyatakan perlunya kajian proporsional.

“Setiap desa memiliki kebutuhan yang berbeda, terutama bagi desa dengan kondisi yang lebih mendesak. Pendekatan ini harus kita kaji agar tepat sasaran,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam laporannya, Kepala Baperida menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian penting dalam siklus tahunan perencanaan pembangunan daerah. Awalnya direncanakan secara virtual, forum dapat dilaksanakan secara tatap muka berkat inisiatif Tim Siap Siaga. Ia juga menyoroti tantangan tingginya jumlah usulan masyarakat yang belum sepenuhnya terealisasi, sehingga diperlukan sinkronisasi yang lebih matang.

Wabup Sumbawa Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mengusung tema “Memantapkan Daya Saing Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat melalui Penguatan SDM Unggul, Lingkungan Hijau Lestari, Pemerintah Berkinerja, dan Peningkatan Produktivitas,” Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap arah pembangunan ke depan semakin terfokus, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (San)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement