Pemda Sumbawa
Beranda » Berita » Dibiaya APBD Sumbawa, 12 Program Unggulan Jarot-Ansori Resmi Dijalankan 

Dibiaya APBD Sumbawa, 12 Program Unggulan Jarot-Ansori Resmi Dijalankan 

Oplus_131072

Sumbawa-Besar,Suarasamawa.com– Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan bahwa 12 program unggulan yang dicanangkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jarot–Ansori bukanlah sekadar janji kampanye semata. Seluruh program tersebut telah secara resmi diadopsi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan tengah direalisasikan secara bertahap dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si. Ia menjelaskan bahwa 12 program unggulan tersebut telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa 2019–2029 melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2025.

“Seluruh program dibiayai melalui APBD secara terencana dan akuntabel. Dengan demikian, pembangunan berjalan dalam koridor sistem perencanaan yang sah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Dedy, sapaan akrabnya, kepada awak media, Selasa (25/02/2026).

Sebagai bukti konkret, berbagai capaian fisik dan non-fisik telah mulai dirasakan masyarakat. Di sektor ketahanan air dan pertanian yang menjadi program unggulan pertama, pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp16,8 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun 12 unit dam parit, 27 unit jaringan irigasi usaha tani, 3.875 meter irigasi perpipaan, serta puluhan sumur bor, sumur dangkal, dan mesin pompa.

“Bagi petani, kehadiran infrastruktur air bukan hanya proyek fisik, tetapi jaminan keberlanjutan produksi dan peningkatan pendapatan. Stabilitas pangan daerah pun semakin terjaga,” jelas Dedy.

Skor Adipura 28,50, Wabup Ansori Turun Gunung: “Jangan Buang Sampah di Bawah Jembatan!”

Di sektor infrastruktur konektivitas, Pemerintah Daerah mengalokasikan dana sekitar Rp129,6 miliar untuk pemeliharaan berkala, peningkatan, dan rekonstruksi ruas jalan strategis. Target peningkatan jalan mantap menuju 80 persen menjadi prioritas untuk mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta menurunkan biaya logistik.

“Jalan yang lebih baik mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta menurunkan biaya logistik masyarakat,” terangnya.

Pada sektor peningkatan pendapatan daerah, pemerintah menargetkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 50 persen selama periode 2025–2029. Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, digitalisasi sistem pendapatan, serta optimalisasi aset daerah dilakukan untuk memperkuat kemandirian fiskal.

Untuk mencetak tenaga kerja unggul, pemerintah telah melaksanakan pelatihan alat berat bagi 16 peserta dengan anggaran Rp2,08 miliar. Program ini dirancang agar tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. “Dengan peningkatan kompetensi, peluang kerja semakin terbuka dan daya saing masyarakat Sumbawa meningkat,” imbuh Dedy.

Industrialisasi produk unggulan dan penguatan investasi juga digenjot melalui hilirisasi hasil pertanian dan perikanan. Pemerintah memfasilitasi kemitraan usaha dan promosi investasi agar Sumbawa tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah produk bernilai ekonomi tinggi.

Wabup Sumbawa Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dalam aspek perlindungan sosial, sebanyak 21.736 pekerja rentan kini telah terlindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan dukungan anggaran Rp2,35 miliar. Keberpihakan kepada kelompok rentan ini dinilai mampu memperkuat ketahanan keluarga dan menjaga stabilitas sosial.

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga mendapat perhatian serius. Pemerintah melakukan pendampingan terhadap 145 UMKM dan 79 Industri Kecil Menengah (IKM). Melalui program kolaborasi Bale Berdaya bersama PT AMNT, sebanyak 110 UMKM di tujuh kecamatan turut didampingi, dengan melibatkan 21 orang local champion. “UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah kini memiliki ruang lebih luas untuk berkembang dan naik kelas,” ujar Dedy.

Penataan lingkungan dan sarana olahraga tak luput dari perhatian. Pemerintah mengalokasikan dana Rp11 miliar untuk penataan kawasan Jempol. Sementara itu, Detail Engineering Design (DED) untuk penataan kawasan Salipat Ate dan Goa telah rampung dan siap diimplementasikan pada tahun mendatang. Kelanjutan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Kota Pusaka juga akan terus dilakukan untuk memperkuat daya tarik investasi dan pariwisata.

Dari sisi reformasi birokrasi, pemberian tambahan penghasilan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis kinerja terus diperkuat meskipun peningkatan nilai masih terkendala kondisi keuangan negara dan daerah yang terkonsentrasi pada belanja publik. Sementara itu, perhatian pada nilai sosial dan spiritual diwujudkan melalui insentif bagi imam masjid, guru ngaji, dan penyuluh agama dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,12 miliar melalui BAZNAS.

Tak ketinggalan, program Siswa Sehat Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar berhasil menyalurkan beasiswa kepada sedikitnya 15 mahasiswa kedokteran dan farmasi, serta 664 mahasiswa lainnya di berbagai perguruan tinggi lokal seperti UNSA, UTS, STIKES, STAIS, AKOM, dan STAI NW.

Wabup Ansori: Perang Melawan TPS Liar Kunci Lepas dari Zona Hitam Adipura

“Investasi pada pendidikan dan gizi merupakan strategi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tandas Dedy.

Menutup pernyataannya, Dedy menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut menunjukkan pembangunan di Kabupaten Sumbawa berada dalam kondisi yang baik, terarah, dan akseleratif. Infrastruktur berkembang, ekonomi rakyat bergerak, perlindungan sosial menguat, dan kualitas sumber daya manusia meningkat.

“Di bawah kepemimpinan Jarot–Ansori, pembangunan Sumbawa berjalan on the track dengan fondasi yang semakin kokoh. Optimisme bukan sekadar retorika, melainkan lahir dari data dan capaian nyata yang memberikan keyakinan bahwa masa depan Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera benar-benar terwujud,” tutup Dedy.(San)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement