Peristiwa
Beranda » Berita » Waka III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry Iftar di Jakarta, Momentum Rawat Marwah dan Perkuat Sinergi Diaspora Tau Samawa

Waka III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry Iftar di Jakarta, Momentum Rawat Marwah dan Perkuat Sinergi Diaspora Tau Samawa

Jakarta,Suarasamawa.com.– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH. menghadiri agenda silaturahmi dan buka puasa bersama (Iftar) keluarga besar Tau Samawa se-Jabodetabek yang berlangsung khidmat di kediaman tokoh nasional, Prof. Dr. Din Syamsuddin, Sabtu (21/2/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Sumbawa (IKASUM) Jaya ini menjadi ajang konsolidasi emosional dan intelektual lintas generasi. Hadir dalam kesempatan tersebut Sultan Sumbawa, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., Wakil Bupati Sumbawa Barat, serta deretan tokoh nasional asal tanah Samawa seperti Hatta Taliwang, Fahri Hamzah, Julmansyah, Amir Jawad, dan Ketua IKASUM Lukman Malanuang.

Bagi Zulfikar Demitry, kehadiran para tokoh bangsa dan pemimpin daerah dalam satu meja bukan sekadar rutinitas Ramadan. Ia menilai tema “Taket Ko Nene, Kangila Boat Lenge” (Takut kepada Allah, Malu berbuat buruk) yang diangkat merupakan pilar fundamental bagi setiap orang Sumbawa, di mana pun mereka berada.

“Sebagai representasi masyarakat di legislatif, saya memandang pesan ini sangat mendalam. Ini adalah parenti (petuah) leluhur yang harus melandasi etika kita dalam bermasyarakat dan bernegara. Setinggi apa pun jabatan yang kita emban di level nasional maupun daerah, adab dan keteguhan karakter adalah marwah yang utama,” tegas Zulfikar.

Zulfikar menambahkan bahwa filosofi tersebut merupakan benteng moral bagi generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam IPPMASUM, agar tetap memiliki integritas di tengah dinamika zaman.

Kapolres Sumbawa Gelar Kunjungan Kerja ke Polsek Sumbawa

Dalam suasana yang penuh kehangatan tersebut, Zulfikar juga menggarisbawahi pentingnya jejaring diaspora (perantau) sebagai energi tambahan bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Ia menyambut baik harapan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., yang mengajak seluruh elemen Tau Samawa di perantauan untuk berkontribusi nyata melalui ide dan kolaborasi.

“Sumbawa butuh akselerasi. Potensi besar yang dimiliki oleh para tokoh kita di Jakarta dan sekitarnya adalah aset tak ternilai. Kami di DPRD tentu sangat terbuka dan mendukung penuh terciptanya ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dengan jejaring diaspora demi mewujudkan daerah yang maju dan berkelanjutan,” lanjut Politisi senior NasDem ini.

Sementara itu Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP mengapresiasi peran Prof. Din Syamsuddin dan keluarga besar IKASUM Jaya yang konsisten merawat tradisi silaturahmi ini.

“Alhamdulillah, melihat kebersamaan antara sesepuh, tokoh nasional, dan generasi muda malam ini memberikan optimisme besar. Mari kita terus jaga marwah, rawat adab, dan kuatkan persaudaraan. Taket ko nene, kangila boat lenge bukan hanya slogan, tapi nafas perjuangan kita untuk Sumbawa yang lebih baik,” uar Haji Jarot.

Sekda Sumbawa Resmikan SPPG Kemala Bhayangkari, Layani 2.976 Penerima Manfaat, Termasuk Ibu Hamil dan Menyesui

Sementara itu, Ketua Ikasum Jaya, DR.Lukman Malanuang dalam sambutannya menegaskan, jika Eropa Barat dan Amerika maju dengan etika protestannya, Jepang dgn ajaran Tokugawanya maka Sumbawa akan maju dengan Parenti Kalanis: Taket Lako Nene, Kangila Boat Lenge (Takut pada Allah SWT sbg sang pencipta dan malu berbuat keburukan).

Buah dari Parenti Kalanis itu orang Sumbawa ingin mendapatkan Krik Slamat (limpahan anugerah dan keselamatan)Krik Selamat di topang oleh To’ dan Ila’To artinya tahu, pandai, cerdas, trampil, gesit Ila’ artinya malu, setidaknya ada 5 jenis ila’ yakni ila’ boat lenge (rasa malu berbuat cela), ila’ boat no dadi (rasa malu menerima kegagalan), ila’ ya capa leng tau (rasa malu di lecehkan keadaan dirinya oleh orang lain), ila’ ya sanonda rasa leng tau (rasa malu dianggap enteng oleh orang lain), ila’ ya rek repa leng tahu (rasa malu harga diri dan kehormatannya di rendahkan orang lain)

“Semua nilai-nilai diatas akan berbuah manis yakni terwujudnya manusia Sumbawa yg Balong Bakalako (manusia yang baik dan bermanfaat banyak bagi sesama),” kata DR.Lukman.

Acara diakhiri dengan diskusi santai mengenai perkembangan daerah sembari menikmati hidangan khas Sumbawa yang menghadirkan nuansa kampung halaman di tengah hiruk-pikuk ibu kota. (San)

Tegakkan Disiplin Personel, Senpi Inventaris SPKT Polres Sumbawa Jalani Pemeriksaan Berkala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement